Welcome to Annaloq Fotografik!

"To photograph is to appropriate the thing photographed. It means putting one’s self into a certain relation to the world that feels like knowledge, and therefore like power." Susan Sontag

Now, enjoy my blog!
Terdapat ralat dalam alat ini

Isnin, 13 April 2009

Chairil Anwar VS A.Samad Said


Mereka antara yang mendapat jolokan sasterawan terbaik di negara seberang dan negara Tanah Melayu ini. Apakah yang terbaik yang datang daripada mereka??? Mengapa daya pemikiran mereka menjadi terlalu hebat dan berat??? Siapa lebih terbaik??? Yang sorang serbu tendang terjang...yang sorang kita jarang membina taman...Itu tak terlalu menjadi persoalan...yang aku mahu siapa yang lebih terbaik?

5 ulasan:

  1. antara dua dua ni, aku suka ramli sarip :)

    BalasPadam
  2. Dua-dua terbaik mengikut alur bahasa mereka sendiri. A. Samad Said gah dengan bunga bahasanya yang indah, Chairil hebat dengan simplistik bahasanya (pendek dan padat). Tapi aku suka Chairil.

    BalasPadam
  3. al-amin: Yup...dua2 best bro...masing2 punyai rentak pemikiran yang berbeza namun alurnya tetap sama...cuma yang lagi best bro a.samad said hidup lagi..haha

    BalasPadam
  4. wah kalau ukuran baik itu yang masih hidup, maka yang lebih baik tentu sedang berkarya saat ini. kalau ukurannya adalah karya, maka perlu di lihat macam mana yang berfungsi bagi penulis generasi berikutnya. a.said di tiru orang? kalau ya berarti ia terlalu mendesakkan dan itu menjadi nilai kurang. C. Anwar membikin orang lain menulis puisi pakai bahasanya sendiri. dan seluruh puisi sajak sastra Indonesia saat ini semuanya bertutur dengan landasan pikiran dari Chairil Anwar. ah, aku masih memilih Iqbal dan Rumi

    BalasPadam
  5. DIARY PETUALANG: Terima kasih pd saudara karna sudi memberi sedikit cebisan ulasan di blog saya..mengenai siapa yg lebih baik bukan diukur dr hidup atau matinya..itu hanya sekadar gurauan bersama teman saya (al-amin)...saya setuju bhwasanya C.Anwar punyai impak yg besar kepada skop dunia penulisan sastera Indonesia...malah tempiasnya juga sampai menitis ke Malaysia...namun nilainya dikira tinggi karna ia diiktiraf lagenda...seperti juga P.Ramlee, kryanya telah menjadi terlalu bernilai selepas matinya...ianya sama...begitu juga yang bakal dilalui oleh orang Malaysia tatkala sastrawan negaranya turut menjadi lagenda...impaknya tetap akan sama seperti Indonesia...namun aku mengakui dua2nya terbaik...

    BalasPadam